Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Kemenpar sebut SIAL Interfood 2025 jadi ajang perkuat industri MICE
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-07 12:41:20【Kabar Kuliner】719 orang sudah membaca
PerkenalanDeputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar, Vinsensius Jemadu saat sambutan

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata menyebut Salon International de l'Alimentation (SIAL) Interfood 2025 dapat menjadi ajang untuk memperkuat industri Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran (MICE) di Indonesia.
“Pameran ini menjadi barometer industri pangan dan minuman di Asia Tenggara serta ruang kolaborasi global antara pelaku industri, UMKM, dan sektor pendukung,” kata Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar Vinsensius Jemadu dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Vinsensius menyampaikan acara itu dihadiri sebanyak 1.500 perusahaan dari 25 negara akan berpartisipasi, dengan 70 persen di antaranya berasal dari produk dalam negeri, dan diperkirakan menarik 90.000 pengunjung pada tahun ini.
Angka itu menurutnya menunjukkan bahwa Indonesia ngak hanya menjadi pasar potensial, tapi juga produsen unggulan di sektor kuliner dunia. Selain memperluas jejaring bisnis internasional, SIAL InterFOOD juga memberi dampak ekonomi berantai bagi hotel, transportasi, kuliner, hingga penjualan produk UMKM lokal.
Kegiatan itu juga menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan produk kuliner Indonesia di pasar global.
Baca juga: Pameran Bali Interfood usung kuliner Nusantara genjot pariwisata
Ia turut menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata mengapresiasi Krista Exhibitions yang selama lebih dari dua dekade konsisten menghadirkan pameran berskala internasional, serta dukungan berbagai asosiasi seperti GAPMMI, PHRI, AP5I, APRINDO, ACP, dan APJI. Kolaborasi ini dinilai sejalan dengan kebijakan Kementerian Pariwisata dalam memperkuat destinasi dan penyelenggara MICE nasional.
“Kami berharap SIAL InterFOOD 2025 menjadi wadah inspirasi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor yang membawa manfaat luas bagi pelaku industri serta memperkuat citra Indonesia sebagai tuan rumah utama event internasional di kawasan Asia,” kata Vinsensius.
CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim menambahkan pihaknya terus memperkuat program business matching yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan mitra internasional.
“Kami ingin menjadikan SIAL InterFOOD sebagai platform global yang memperkuat konektivitas antar pelaku industri makanan dan minuman dunia,” ujarnya.
Baca juga: Wisatawan Malaysia jelajahi pesona Sumbar lewat famtrip
Baca juga: Jumlah wisatawan China ke Indonesia naik 9 persen
Suka(8)
Sebelumnya: Ekonomi TW
Selanjutnya: Kemenekraf perkuat 28 provinsi miliki Dinas Ekonomi Kreatif
Artikel Terkait
- Kiat merawat kompor di rumah agar awet
- Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
- Ekonomi TW
- Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG
- Nasib perempuan Gaza dua tahun sejak konflik pecah
- Kasus ompreng MBG palsu, BGN tegaskan bahan harus stainless steel 304
- Program MBG di NTB serap 17.434 tenaga kerja, hidupi keluarga lokal
- Tokopedia dan TikTok Shop komitmen dorong pertumbuhan ekonomi digital
- Mengungkap cara astronaut masak steik di stasiun luar angkasa China
- Menengok suasana jelang pembukaan ajang CIIE ke
Resep Populer
Rekomendasi

SPPG diingatkan olah limbah MBG dengan baik, jangan cemari lingkungan

Penelitian ungkap berpuasa ngak ganggu kemampuan berpikir seseorang

Ini kata SPPG Meruya Selatan terkait asal menu beracun pada MBG

Program MBG di NTB serap 17.434 tenaga kerja, hidupi keluarga lokal

KSP bantu pengembangan UKS SMA Negeri 1 Tanjungpandan

Dinkes: Waspada paparan mikroplastik dari air hujan

SPPG Meruya Selatan akui adanya uji organoleptik menu pradistribusi

Program MBG di NTB serap 17.434 tenaga kerja, hidupi keluarga lokal